Tinggalkan komentar

Senam Rohani jum’at 21 maret~ Kisah Inspiratif Tentang burung GAGAK

IMG_1361

Assalamu’alaikum….Senam Rohani Jum’at kemarin Diisi Oleh Ustadz Duwi…setelah Ustadz mengajak Untuk Membaca Asma’ul husna bersama-sama kemudian memberikan sedikit cerita yang sangat menarik…mau tau gag nweh temen,,,,,,Langsung saja yaw….disimak Ceritanya di bawah ini :

Pada suatu petang seorang Ibu bersama anak mudanya yang baru menamatkan

pendidikan tinggi  Sarjana duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana disekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si Ibu lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,

“Nak, apakah benda itu?”

“Burung gagak”, jawab si anak.

Si Ibu mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi

pertanyaan yang sama. Si anak menyangka Ibunya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu

menjawab dengan sedikit kuat,

“Itu burung gagak, Ibu!”

Tetapi sejurus kemudian si Ibu bertanya lagi pertanyaan yang sama.

Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama

diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat,

“BURUNG GAGAK!!” Si Ibu terdiam seketika.

Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang Ibu mengajukan pertanyaan yang

serupa “Nak, apakah benda itu?”

Pertanyaan Ibunya membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal dan keras

kepada si Ibu, “ITU GAGAK IBU .”  Apakah Kurang jelas jawabanku ibu,, Jawab anaknay kali ini agak Keras Dan Dengan Nada kesal. Si- Ibu hanya mengelus menghelai nafasnya..

Tak lama kemudian Sang Ibu membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama untuk ke lima kalinya . Dan kali ini si anak benar-benar hilang kesabaran dan menjadi Sangat Marah’

“Ibu!!! Saya tak tahu Ibu paham atau tidak. Saya tahu,saya bener bener kesal. Ibu. sudah 5 kali Ibu bertanya soal yang sama dan saya juga sudah memberikan jawabannya. Itu burung gagak, burung gagak, Ibu…..”, Sebenarnya Ibu sekolah tidak sih Burung gagak Aja tidak tau. Ibu maunya apa sih, Saya bener bener MURING sama Ibu.

katakan???? kata si anak dengan nada yang begitu marah.

Si Ibu hanya bias mengelus dada, Si Ibu Kemudian meninggalkan anaknya yang lagi bingung dan marah masuk kedalam rumah.

Sesaat kemudian si Ibu keluar lagi dengan membawa sesuatu yang ada di tangannya. Ternyata yang di bawa Ibu adalah sebuah buku Dia mengulurkan Buku itu

kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama.

“Coba kau Nak, kamu baca apa yang pernah Ibu tulis di dalam diary ini,” pinta si Ibu.

Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut ini :

“Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba

seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah Burung gagak itu dan

bertanya, “Ibu, burung apa itu?”

Dan aku menjawab,

“Burung gagak. Nak”

Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan aku

menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayangku, kepada anakku aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya.

“Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak.”

Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si Ibu yang kelihatan sayu. Si Ibu dengan perlahan bersuara,

“Hari ini Ibu baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali nak , dan kau

telah hilang kesabaran serta marah- marah kepada ibu.” Sambil meneteskan air mata….

Lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki Ibunya

memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat. Dan berkata :

Ibu..aafin aku,,bu aku hilaf,,,aku salah aku memang sudah durhaka kepada ibu,,,maafkan saya bu,,,,

PESAN:

Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu, hormatilah mereka.

Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil.

Berbaktilah kepada Orang tua mu terutama kepada ibumu, karna itu merupakan perintah Alloh Untuk selalu taat dan patuh kepada Orang tua

Dalam Al Quran:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّـاهُ وَبِالْوَلِدَيْنِ إِحْسَـناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيمًا (23)

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا (24)

QS Al Isra:23-24 – Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang atau keduanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yg baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih saying dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil”.

Semoga bermanfaat. amin….sampai jumpa minggu depan ya………. Wassalamu’alaikum.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: