Tinggalkan komentar

Gunung Merapi Kembali Meletus ~ Tahun 2014

Lava pijar saat keluar dari puncak Merapi. (Foto: Dokumentasi)

YOGYA (KRjogja.com) – Ada perkembangan baru. Sifat Gunung Merapi ternyata sudah berubah. Periode dan karakteristik atau tipe letusan Merapi, menurut Subandriyo, sudah tidak bisa dikatakan teratur. Periode tidak selalu 4 – 5 tahunan. Karakteristik letusan tak pasti erupsi. Merapi sudah beberapa kali meletus dengan tipe atau karakter eksplosif.

“Memang di masyarakat telah tertanam keyakinan, Merapi meletus 4-5 tahunan. Padahal telah terjadi perubahan periode dan karakter sejak tahun 1800-an. Acak dan tidak tentu. Bisa erupsi, bisa eksplosif seperti tahun 2010 lalu,” kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandriyo, Jumat (31/01/2014) malam.

Menurutnya, ada anggapan periode letusan Merapi terjadi 4 tahun sekali. Dengan begitu, di tahun 2014 ini Merapi akan meletus. Kabar yang beredar kuat, letusan akan mengarah ke Barat lantaran di bahwa puncak sisi barat terdapat ruang atau rongga. Ruang tersebut terjadi menyusul gempa Kebumen yang mengguncang beberapa kali waktu lalu.

Seperti yang dilansir dari Sindonews.com Senin,  10 Maret 2014  −  10:11 WIB – Hujan abu yang terjadi di lereng Gunung Merapi ternyata membuat panik warga sekitar. Pasalnya, mereka merasa takut jika gunung teraktif di Indonesia itu kembali meletus.

Pemandangan itu nampak di wilayah Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah (Jateng), pagi tadi. Kejadian itu berlangsung setelah Merapi meraung bergemuruh dan diikuti hujan abu tipis.

Menurut Camat Kemalang, Bambang Haryoko, saat hujan abu itu, warga sempat panik dan keluar dari rumah mereka masing-masing. “Namun karena intensitas mereda, warga langsung kembali ke rumah mereka,” jelas Bambang, Senin (10/3/2014).

Kendati demikian, pihaknya meminta agar masyarakat terus mewaspadai aktivitas gunung tersebut. “Masyarakat harus pro akif, sehingga saat terjadi peningkatan aktivitas semua masyarakat sudah siap,” ucapnya.

Sebelumnya diketahui, Gunung Merapi yang berada di wilayah Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah (Jateng) bergemuruh. Tak lama, hujan abu tipis pun mengguyur lereng Merapi.

Hujan abu itu berlangsung sekira pukul 06.00 WIB. Hujan itu mengguyur wilayah Desa Sidorejo, Kemalang dan juga Desa Balerante. Akibat angin yang berhembus ke arah barat, daerah Balerante mendapatkan dampak yang lebih serius dibanding desa-desa lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum terjadi hujan abu, sejak Minggu malam hingga Senin Dinihari, suara gemuruh sudah terdengar dari puncak gunung teraktif di Indonesia tersebut. .

Sumber : Sindonews.com dan krjogja.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: